Selasa, 18 Desember 2012

Pertemuan 2 RTI

KONSEP DASAR PENELITIAN

Pembahasan tentang :

  • Konsep Dasar Dalam Penelitian 
  • Latar Belakang 
  • Tahapan Umum Penelitian 
  • Berpikir Logis 
  • Penalaran Deduktif dan Induktif 

Latar Belakang

  • Saat ini banyak kegiatan penelitian ilmiah dilakukan berbagai lembaga penelitian baik lembaga pendidikan spt: perguruan tinggi, lembaga pemerintahan & swasta.
  • Penelitian ilmiah dilakukan utk mencari jawaban dari permasalahan yg terjadi pada saat ini. 
  • Hasil penelitian à karya ilmiah disajikan dlm bentuk: makalah, laporan penelitian, buku2 ilmiah atau karya ilmiah lainnya yg dipublikasikan. 
  • Indonesia telah memiliki pusat kegiatan penelitian, yaitu: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 
  • Publikasi ilmiah tingkat nasional dan internasional jadi tolak ukur (benchmarking) kualitas &keunggulan penelitian dlm rangka memberikan sumbangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat. 
Penelitian merupakan suatu proses mencari sesuatu secara sistimatis dalam waktu yang relatif lama dengan menggunakan metode ilmiah dengan prosedur maupun aturan yang berlaku.

Tahapan Umum

  •    Identifikasi Masalah
  •    Perumusan Masalah 
  •    Penelusuran Pustaka 
  •    Rancangan Penelitian 
  •    Pengumpulan Data 
  •    Pengolahan Data 
  •    Penyimpulan Hasil 

Kegiatan pengembangan IPTEK dapat dilakukan dengan Penelitian. Penelitian bertujuan ciptakan ilmu pengetahuan baru atau memecahkan suatu masalah. Penelitian dilakukan dng metode ilmiah untuk ungkapkan ilmu pengetahuan atau menerapkan teknologi.Riset atau penelitian sering dideskripsikan sbg suatu proses investigasi utk temukan dan interpretasikan fakta2 yg ditemukan.





Sebuah riset yang baik akan menghasilkan:.
1. Produk atau inovasi baru yg dapat langsung dipakai oleh industri (bukan hanya sebatas prototype).
2. Paten (HAKI).
3. Publikasi di jurnal internasional.

Berpikir Logis

  • Berpikir logis adalah proses berpikir yg terjadi pada saat menarik kesimpulan dari pernyataan pernyataan yang diketahui benar atau dianggap benar, atau sering disebut dengan penalaran atau (reasoning). 
  • Proses berpikir logis dan sistematis berguna untuk membentuk & mengevaluasi keyakinan kita terhadap suatu pernyataan. Penalaran juga berguna utk menentukan secara logis & objektif apakah suatu pernyataan valid (benar/salah) sehingga pantas untuk diyakini atau dianut.
  • Struktur penalaran terdiri atas: masukan (input), proses (process) dan keluaran (output).
Logika merupakan suatu studi tentang metode-metode dan prinsip-prinsip yang digunakan dalam 
membedakan  penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat. 



  • Logika, penalaran & argumentasi digunakan dalam kehidupan sehari2. Logika juga dpt dipakai utk menarik kesimpulan dari suatu proses berpikir berdasarkan cara tertentu. Proses berpikir ini merupakan penalaran untuk menghasilkan suatu pengetahuan. 
  • Logika tidak hanya menyangkut soal pengetahuan, tapi juga terkait dengan kemampuan dan keterampilan. Perlu diingat, tidak semua penalaran merupakan hasil pemikiran, namun juga tidak semua pemikiran adalah penalaran.

Penalaran (reasoning, jalan pikiran) adlh suatu proses berpikir yg berusaha menghubung2kan fakta-fakta atau evidansi-evidansi yang diketahui menuju kepada suatu kesimpulan


  • Penalaran sangat penting peranannya bagi peneliti dlm melakukan suatu penelitian. Ada 2 macam bentuk penelitian, yaitu: penelitian dng cara deskriptif dan cara kausal. Penelitian deskriptif termasuk dalam riset dng tujuan menggambarkan/ mendeskripsikan suatu karakter/fungsi dari sesuatu hal. Contoh riset deskriptif: “bagaimana persepsi konsumen terhadap kepuasan penggunaan teknologi baru”. 
  • Penelitian kausal bertujuan utk menentukan hubungan sebab akibat dari suatu hal. Contoh, “bgmn hubungan antara harga USB terhadap jumlah pengguna komputer”
Penalaran atau logika terdiri dari 2 bagian besar yaitu:
penalaran secara Deduktif dan Induktif.

Deduktif

1. Penalaran Deduktif adalah penalaran yang berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang bersifat umum serta menyimpulkan pengetahuan baru yang bersifat khusus.


  • Penalaran deduktif bersifat silogisme (suatu argumen yang terdiri dari premis2 & kesimpulan) 
  • Dlm penalaran,proposisi yg dijadikan dasar penyimpulan disebut premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi. 
  • Hubungan premis2 dng kesimpulan mrpkn hubungan yg tidak terpisahkan satu sama lain. Intinya terletak pada tepat tdknya “hubungan” antara premis dng kesimpulan. 
  • Penalaran deduktif bersifat a priori artinya premis2 yg ada tidak memerlukan pengamatan inderawi/ empiris.

Contoh Penalaran Deduktif

Premis:
  • Jarak Jakarta-Surabaya kurang dari 750 km, atau antara 750 dan 1500 km, atau lebih besar dari 1500 km. 
  • Jarak Jakarta-Surabaya tidak lebih kecil dari 750 km. 
  • Jarak Jakarta-Surabaya tidak lebih besar dari1500 km. 
Kesimpulan:
  • Maka jarak Jakarta-Surabaya antara 750 km sampai 1500 km. 
  • Apakah argumen di atas sahih (valid)?

Ciri Ciri Logika Deduktif

  1. Analitis: kesimpulan ditarik hanya dng menganalisa proposisi2 atau premis2 yang sudah ada. 
  2. Tautologis: kesimpulan yang ditarik sesungguhnya secara tersirat sudah terkandung dalam premis2 nya. 
  3. A priori: kesimpulan ditarik tanpa pengamatan inderawi atau obeservasi empiris.
kesimpulan Argumen deduktif selalu dapat dinilai sahih atau tidaknya

Induktif

2. Penalaran Induktif adalah penalaran yang berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang bersifat khusus serta menyimpulkan pengetahuan baru yang bersifat umum.
  • Penalaran induktif berasal dari pengetahuan sblmnya mengenai sejumlah kasus sejenis, bersifat khusus, individual dan konkrit. 
  • Logika induktif berasal dari pengetahuan baru yang bersifat umum, yang disimpulkan dari pengetahuan sebelumnya. 
  • Pada prinsipnya, alur pikir berpikir induktif dimulai dari hal yang spesifik (khusus) ke arah yang lebih umum. 
  • Argumen induktif yang baik merupakan argumen yang benar dengan premis yang bisa memberikan alasan yang jelas & benar tentang kebenaran dari kesimpulan. 
  • Beberapa hal yg terkait dengan berpikir induktif yaitu: fakta-fakta, premis, kesimpulan dan argumen.

Beberapa tipe berpikir induktif(types of inductive argument)


  1. A strong inductive argument: suatu argumen dimana premis2nya memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan. 
  2. A weak inductive argument: suatu argumen dimana premis2nya tidak memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan. 
  3. A good inductive argument: suatu induktif argumen yang kuat dengan premis2 yang benar. 



  • Kalau kesimpulan berpikir deduktif merupakan suatu hal yg pasti, di mana jika kita mempercayai premis2 yg dipakai sbg landasan penalarannya, maka kesimpulan penalaran tsb juga dapat kita percayai kebenarannya. 
  • Namun, hal ini tdk berlaku pd kesimpulan yg ditarik secara induktif, meskipun premis yg dipakainya adalah benar dan penalaran induktifnya adalah sah, namun kesimpulannya bisa saja salah. 
  • Logika induktif tidak memberikan kepastian, hanya sekedar tingkat peluang bahwa premis2 tertentu dapat ditarik. Contoh, “Jika selama bulan oktober dlm bbrp thn lalu hujan selalu turun, maka tdk bisa dipastikan bhw selama bln Okt thn ini jg akan turun hujan. Kesimpulan yg dpt ditarik dlm hal ini hanya pengetahuan ttg tingkat peluang utk hujan pd tahun ini juga akan turun.
  • Bahayanya menggunakan logika induktif yaitu: terlalu cepat menarik kesimpulan yang berlaku umum, sementara jumlah kasus yang digunakan dalam premis kurang memadai dan premis yang digunakan kurang memenuhi kaedah-kaedah keilmiahan.

Contoh Penalaran Induktif

Premis:
  • Apel 2 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam. 
  • Apel 1 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam. 
  • Apel 3 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam. 
Kesimpulan:
  • Jadi semua apel keras, warnanya hijau, dan rasanya masam 
  • Apakah argumen di atas sahih (valid)?

Ciri Ciri Penalaran Induktif



1.
  1. Sintetis: kesimpulan ditarik dng jalan mensintesakan kasus-kasus yang digunakan dalam premis premis. 
  2. General: kesimpulan yg ditarik selalu meliputi jumlah kasus yang lebih banyak. 
  3. A posteriori: kasus-kasus yang dijadikan landasan argumen merupakan hasil pengamatan inderawi. 
Kesimpulan argumen induktif tidak mungkin mengandung nilai kepastian mutlak (ada aspek probabilitas).

0 comments :

Posting Komentar