Rabu, 09 Januari 2013

Pertemuan 5 RTI

DESAIN PENELITIAN


Pembahasan Tentang
  • Tipe-Tipe Desain Penelitian
  • Riset Eksperimental
  • Quasi Eksperimental
  • Causal-Comperative Research
  • Corelation Research
  • Survey Research
  • DLL

Tipe Tipe Desain Penelitian















Riset Eksperimental

  • Riset eksperimental merupakan riset yang mengijinkan penyebab perilaku untuk dapat ditentapkan/ ditentukan (research that allows for the causes of behavior to be determined). 
  • Riset eksperimental bisa dilakukan pada 2 kelompok, dimana kelompok satu disebut kontrol tanpa diberi perlakukan apapun sedangkan pada kelompok ke dua diberikan perlakuan (treatment). Diasumsikan kedua kelompok ini sama. 
  • Contohnya, apakah ada pengaruh peningkatan hasil belajar mahasiswa yg menggunakan e-learning dengan yang tidak menggunakan e-learning? 
  • Bila dengan e-learning hasilnya lebih baik, maka benar e-learning efektif meningkatkan proses pembelajaran.

Beberapa Faktor Penelitian Eksperimental :

  • Independent Variable (IV), merupakan faktor yang bisa dimanipulasi. 
  • Dependent Variable (DV), adalah faktor yg tidak bisa dimanipulasi atau faktor tetap. 
  • Experimental Condition (Group), adalah grup atau kelompok yg merupakan manipulasi dari eksperimen. 
  • Control Condition (Group), yang merupakan kumpulan grup yang tidak termanipulasi 
  • Confounding Variable, misalnya cuaca, hama, kesuburan lahan tapi tidak diukur namun harus disebutkan inilah yang disebut dng batasan penelitian 
  • An uncontrolled Variable, yang merupakan variable yang diikuti dengan indipendent variable.

Quasi Eksperimental

  • Quasi Eksperimental (QE) termasuk dalam Riset Eksperimental namun tidak punya kontrol. QE dapat diukur setelah adanya perlakuan (treatment). 
  • Contoh: pada investasi Information Technology (IT), untuk membandingkan bagaimana tingkat produktivitas sebelum adanya IT dengan sesudah adanya IT
  • Berdasarkan data yang dikumpulkan dilihat bagaimana tingkat produktivitasnya, apakah sebelum ada IT tingkat produktivitasnya pernah mencapai titik maksimal atau tidak, kemudian juga dilihat bagaimana proses bisnisnya, dll. 
  • Biasanya data-data yang digunakan dalam penelitian QE adalah data bersifat kualitatif.

Causal- Comperative Research

  • CCR disebut juga penelitian sebab-akibat, merupakan salah satu ide berpikir ilmiah untuk menyusun suatu riset metodologi. Penelitian kausal bisa dimasukkan dalam penelitian eksperimen namun bisa juga dimasukkan dalam bentuk kommperatif riset. 
  • Indipendent variable di penelitian komperatif tidak bisa dimanipulasi & tidak bisa diberikan perlakuan (treatment). 
  • Penelitian komperatif lebih terfokus pada dampak atau efek yg terjadi dengan cara mencari apa yang menjadi penyebab dari dampak tersebut. serta melihat perbedaan yg terjadi diantara 2 grup atau lebih, dan berikan penjelasan terhadap perbedaan diantara ke 2 grup. 
  • Contohnya, kenapa perusahaan IT Multinasional lebih Inovatif daripada perusahaan IT lokal?

Correlational Research

  • Correlational Research (CR) adalah bentuk penelitian lain dari penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan untuk melihat hubungan diantara 2 variable. 
  • Korelasi tdk menjamin adanya kausaliti (hubungan sebab akibat) tapi kausaliti menjamin adanya korelasi. 
  • Contoh: Tingkat Gross National Product (GNP) suatu negara dengan adanya keterlibatan IT. Maka Hipotesis yang dibuat adalah semakin besar pembelanjaan IT suatu negara maka semakin tinggi GNP-nya. 
  • Hipotesis tersebut bisa benar & bisa juga tidak. Untuk itu perlu dikaji apakah benar strategi bisnis tertentu di negara tersebut terkait dengan peran IT. Walaupun mungkin ada faktor-faktor lain yang tidak diamati.
  • Korelasi erat kaitannya dengan forecasting/ peramalan. Misalnya hubungan antara IT investment dengan meningkatnya kinerja suatu perusahaan. Apakah hubungan tersebut bersifat kausaliti maka harus dikaji & diteliti lagi faktor faktor apa saja yang berperan di dalamnya. 
  • Selain korelasi & kausaliti perlu dibedakan antara asumsi dan simulasi. Asumsi adalah sesuatu yang take it for granted. Seperti simulasi ukur recall & precision. 
  • Contoh: untuk cari artikel di google maka diterapkan asumsi, karena tidak akan tahu berapa jumlah dokumen yg relevan untuk dapat diambil. 
  • Precision = Jumlah Dokumen Relevan yg diambil, dibagi Jumlah dokumen yg terambil. 
  • Recall = jumlah dokumen yg relevan tapi tidak terambil. Perlu simulasi untuk gambarkan presisinya.

Survey Research

  • Survey research / Penelitian Survei (PS) termasuk dalam penelitian yang bersifat kuantitatif untuk meneliti perilaku suatu individu atau kelompok. Umumnya PS gunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. 
  • PS adalah penelitian yg mengambil sampel dari satu populasi yg gunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang utama. 
  • Dalam PS diperlukan jumlah populasi yang cukup besar jika penelitinya menginginkan hasil yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan. 
  • Metode PS sangat popular dan banyak digunakan dalam penelitian sosial dan bisnis karena cepat dan mudah untuk dilaksanakan.
  • Kekuatan PS terletak pada data yg diambil langsung dari objek yg diteliti dng mengajukan pertanyaan2 secara berstruktur. 
  • Kelemahan PS terletak pada apa yang dijawab oleh responden belum tentu sesuai dengan isi hati, mungkin saja jawaban yg diberikan hanya berupa refleksi sesaat dan bukan berdasarkan apa yang dirasakan. 
  • Namun walaupun begitu, bukan berarti riset yang dilakukan telah gagal, karena riset yang dilakukan mengkonfirmasi apa yang di Hipotesiskan
  • Riset atau penelitian dapat dikatakan gagal apabila tidak mengikuti kaedah-kaedah ilmiah yang telah ditetapkan.

Pemilihan Sampel

  • Research Sampling atau Study Sampling berguna untuk mencari & meneliti sebagian kecil dari obyek, situasi atau periswa. 
  • Sebagian individu yang diselidiki dalam penelitian tersebut disebut sampel atau contoh
  • Sedangkan semua individu yang diperoleh dari sampling tersebut disebut dengan populasi
  • Populasi adlh sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu. Anggota Populasi disebut elemen populasi.

Alasan Dilakukan Penelitian Sampel

  1. Jumlah Elemen Populasi Relatif Banyak. 
  2. Kualitas Data Penelitian Sample Sering Lebih Baik daripada Penelitian Sensus. 
  3. Proses penelitian dng menggunakan sampel relatif lebih cepat daripada Sensus. 
  4. Penelitian Sampel dapat menghindari dari penelitian yg bersifat merusak.

Teknik Teknik Sampling

  1. Tenik Random Sampling (Probability Sampling) adalah teknik pengambilan sampel secara acak dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri sendiri atau bersama bersama memiliki kesempatan yg sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. 
  2. Teknik Non Random Sampling (non probability sampling) adalah cara pengambilan sampel dimana tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel penelitian.

Teknik Pemilihan Sampel














Hubungan Sampel dan Populasi

  • Hubungan antara sample dengan populasi adalah analisis data sampel menghasilkan statistik sampel yang digunakan utk mengestimasi parameter populasinya. 
  • Parameter adalah ukuran depskripsi numeris yg dihitung dari pengukuran populasi. Statistik sampel digunakan untuk membuat inferensi (kesimpulan/ dugaan) mengenai parameter populasinya.

Prosedur Pemilihan Sampel

  1. Mengidentifikasi Populasi Target 
  2. Memilih Kerangka Pemilihan Sample 
  3. Menentukan Metode Pemilihan Sampel. 
  4. Merencanakan Prosedur Penentuan Unit Sampel. 
  5. Menentukan Unit Sample

Formula Pengukuran Sample:



Dimana: 
n = Sample size 
Z = indicates confidence level (95% = 1.96) 
σ = standard deviation of variable in population 
e = sampling error

  • Kerangka Sampel adalah daftar elemen elemen populasi yang dijadikan dasar untuk mengambil sampel.
  • Unit Sampel adalah suatu elemen atau sekelompok elemen yang jadi dasar utk dipilih menjadi sampel.
  • Pemilihan sampel dapat dilakukan satu tahap atau beberapa tahap. 
  • Elemen elemen dalam unit sampel pada prosedur pemilihan sampel satu tahap adalah sama dengan elemen elemen dalam kerangka sampel.  





Metode pengambilan sampel

1. Metode Pemilihan Sampel Probabilitas. yaitu metode pemilihan sampel secara acak. Setiap elemen populasi mempuyai probabilitas yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Pemilihan sampel model ini bisa dilakukan dari cara yang paling sederhana hingga yang kompleksitasnya tinggi. 
Yang termasuk dalam pemilihan sampel ini adalah: 
  • Simple random sampling yaitu pemilihan sampel dengan menggunakan angka random/ acak. Pengambilan sampel ini sering digunakan oleh peneliti apabila populasi yang diambil dari sampel merupakan populasi homogen yang hanya mengandung satu ciri saja.

  • Systematic Sampling

  • Stratified Sampling, yaitu pengambilan sampel dng cara bertingkat, biasanya digunakan oleh peneliti apabila di dlm populasi terdapat strata atau tingkatan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. 
  • Cluster Sampling, yaitu pengambilan sampel dng memilih kelompok tertentu secara acak & biasanya digunakan oleh peneliti apabila di dalam populasi terdapat kelompok yang mempunyai ciri tersendiri.

2. Metode Pemilihan Sampel Non-Probabilitas adalah pengambilan sampel secara tidak acak atau sampel diambil tanpa melalui proses seleksi. Elemen elemen populasinya tidak mempunyai peluang yg sama untuk dijadikan sampel. 
Yang termasuk dalam pemilihan sampel ini adalah: 
  • Convience Sampling yaitu pemilihan unit unit analisa sesuai dengan penelitian 
  • Purposive Sampling pemilihan yang mempunyai pertimbangan pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampelnya. 
  • Quota Sampling 
  • Snowball Sampling merupakan pemilihan sampel berdasarkan karakteristik tertentu.

Tahap Pemilihan Sampel


Contoh:














Action Research

  • Action Research (Penelitian Tindakan) adalah penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. 
  • AR adalah cara mengidentifikasi masalah pada saat yang bersamaan. AR merupakan metode yang didasarkan pada tindakan masyarakat yg seringkali diselenggarakan pada suatu latar belakang yang luas, seperti di rumah sakit, pabrik, sekolah, dll. 
  • AR merupakan penelitian yang berfokus langsung pada tindakan sosial
  • Ada peneliti yg terjun langsung ke daerah penelitian karena tidak bisa disurvei, tujuannya utk memahami/ mencatat pola pola yang ada. 
  • Secara metodologis tidak kuat, tapi ada knowledge yang bisa digali dari situ.

Historical Research

  • Historical Riset (HR) sama dengan riset pustaka. HR dilakukan dng membaca buku buku & literatur serta mengikuti pola dari literatur maupun buku yang kita baca. 
  • HR agak susah untuk diterapkan karena penelitian ini memerlukan history atau sejarah awal pertama terbentuknya topik yang ingin kita cari. 
  • Contohnya: Jika kita ingin mengetahui bagaimana sikap perusahaan terhadap perkembangan IT. 
  • Utk menjawab permasalahan tersebut maka kita perlu merangkum & mencari pola pola sejarahnya terutama awal mula atau pada saat pertama kalinya muncul penggunaan IT. Harus dilihat perubahan zaman/era yang diwakili, terutama bagaimana terjadinya perubahan IT dari zaman ke zaman

Empat Tahap Penelitian Historical


Etnographic Research

  • Ethnographic Research (ER) atau Penelitian Etnographi adalah penelitian yg memfokuskan diri pada budaya dari sekelompok orang. 
  • Umumnya ER meneliti tentang budaya secara umum. 
  • Penelitian ER hampir sama dengan Action Research. 
  • Penelitian ER lebih terfokus pada organisasi yang mendefenisikan grup of people. 
  • Misalnya, kajian tentang pembagian irigasi di Bali (SUBAK), maka masyarakatnya berkumpul untuk pembagian air ke sawah.

Case Studies Research

  • Case Studies (CS)/ Studi Kasus merupakan penelitian yang memusatkan perhatian pada suatu kasus tertentu dengan menggunakan individu/kelompok sebagai bahan studinya. 
  • Penelitian CS biasanya difokuskan untuk menggali dan mengumpulkan data yang lebih dalam terhadap obyek yang diteliti untuk dapat menjawab permasalahan yang sedang terjadi. 
  • Penelitian CS bersifat deskriptif dan eksploratif. 
  • Dalam penelitian CS terdapat investigasi empiris tentang suatu fenomena yang ingin dipecahkan oleh peneliti. Contoh: Bagaimana & kenapa orang yang menggunakan IT ada yang gagal ada yang sukses? Fenomena, digali dengan melakukan penelitian studi kasus. Studi kasus bisa berasal dari suatu organisasi atau komunitas tertentu.
  • Penelitian Case Study (Studi Kasus) berbeda dengan Penelitian Survei. 
  • Pada penelitian survei jumlah sampelnya cukup luas sedangkan pada case study jumlah sampel yang diambil sangat sedikit atau hanya beberapa orang saja. Persamaan CS dan PS , keduanya sama sama menggali fenomena. 
  • Penelitian studi kasus, datanya harus berupa data primer. Sumber data yang diambil dari tesis atau disertasi tidak dapat digunakan karena data tsb bukan data primer, melainkan data tertier karena diambil dari data lain yang kemudian diolah. 
  • Studi kasus dapat melibatkan satu kasus atau lebih, dng tingkat analisa yg berbeda2. Studi kasus dapat digunakan untuk berikan gambaran terhadap suatu masalah, pengujian teori, atau pembentukan suatu teori.
Next Pertemuan 6 RTI

0 comments :

Posting Komentar