Senin, 17 Juni 2013

Sistem Informasi Geografis - Ringkasan SIG

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

SIG
Pengertian SIG yaitu :
  • Adalah suatu alat yang berbasis komputer yang dipergunakan untuk memetakan dan menganalisis berbagai objek dan peristiwa yang terjadi di bumi.
  • Suatu sistem informasi berbasis komputer, yang digunakan untuk memproses data spasial yang ber-georeferensi (berupa detail, fakta, kondisi, dsb) yang disimpan dalam suatu basis data dan berhubungan dengan persoalan serta keadaan dunia nyata (real world).
  • Sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memangggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.
Manfaat SIG yaitu:
  • Manfaat secara umum : Memberikan informasi yang mendekati kondisi dunia nyata, memprediksi suatu hasil dan perencanaan strategis.
  • Menjelaskan tentang lokasi atau letak: lokasi dapat dijelaskan dg memberi keterangan ttg nama, kode pos, letak latitude dan atribut lain tentang suatu daerah. SIG menyimpan informasi ini sbg data atribut dan digambarkan secara spasial
    ex: menjelaskan ttg lokasi / letak kota kediri
  • Menjelaskan kondisi ruang: Ruang yg dimaksud adalah tempat tertentu dg satu atau beberapa syarat tertentu.misal : dibutuhkan informasi untuk pemukiman yg ideal, sedangkan pemukiman yg ideal pasti memiliki syarat tertentu yg sesuai dg pemukiman tersebut. Pada akhirnya dg SIG, dapat menjelaskan secara keseluruhan tentang kondisi suatu kawasan dalam kaitannya dengan tujuan tertentuex: pemilihan lokasi untuk perum REAL ESTATE
  • Menjelaskan suatu kecenderungan(TREND) : Analisa spasial dalam sig dapat dilakukan secara multi temporal dg menggunakan data multi waktu.Perkembangan antar waktu dari beberapa data tsb menjadi dasar analisa kemungkinan yg akan terjadi pada masa depan. Analisis ini akan memberi penjelasan tentang sesuatu yg mungkin akan terjadi dimasa mendatang dg penggambaran lokasi dimana fenomena tersebut akan terjadi. Ex: lokasi dekat gunung kelud
  • Menjelaskan tentang pola spasial(Spatial Patern) : Dengan mengetahui pola – pola suatu fenomena secara spasial, dapat dicari korelasinya dg fenomena lain seperti bentuk penyebaran penyakit, pola pengembangan wilayah, pembangunan sarana dan prasarana, sistem keamanan dll.Ex: pemukiman dekat rawa, membuat pola penyebaran dbd
  • Pemodelan: Pemodelan mengaitkan berbagai informasi tentang letak, kondisi lokasi, pola, dan kecenderungannya yang akan terjadi dimasa yg akan datang secara bersama – sama atau sebagian. Dalam sebuah pemodelan dibentuk sebuah formulasi yg memungkinkan dilakukan manipulasi data input. Hasil keluaran dari pemodelan merupakan gambaran fenomena yg akan terjadi.Ex: kota surabaya mudah terjangkit panu. Maka kota kota lain yg setipe,fenomena yg akan dtg dimungkinkan sama.
Jenis Jenis SIG
  • Sistem manual (analog)
  • Sistem otomatis (yang berbasis digital komputer)
perbedaan yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya.
  • Sistem informasi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer
  • Sistem informasi geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi. Data lain dapat berupa peta dasar terdigitasi
Komponen SIG
  • Hardware (Perangkat keras).
  • Software (Perangkat lunak).
  • Data.
  • Sumber daya manusia.
  • Metode.
Penjelasan komponen SIG
  • Hardware : SIG membutuhkan hardware atau perangkat komputer yang memiliki spesifikasi lebih tinggi dibandingkan dengan sistem informasi lainnya untuk menjalankan software-software SIG, seperti kapasitas Memory (RAM), Hard-disk, Prosesor serta VGA Card. Hal tersebut disebabkan karena data-data yang digunakan dalam SIG baik data vektor maupun data raster penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam proses analisanya membutuhkan memory yang besar dan prosesor yang cepat 
  • Software : Sebuah software SIG haruslah menyediakan fungsi dan tool yang mampu melakukan penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi geografis. Dengan demikian elemen yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah:
  1. Tools untuk melakukan input dan transformasi data geografis.
  2. Sistem manajemen basis data.
  3. Tool yang mendukung query geografis, analisis dan visualisasi.
  4. Graphical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada tool geografi.

  • Data : Hal yang merupakan komponen penting dalam SIG adalah data. Secara fundamental SIG bekerja dengan dua tipe model data geografis yaitu model data vektor dan model data raster.
    Dalam SIG, setiap data Geografis memiliki data tabular yang berisi informasi spasial . Data tabular tersebut dapat direlasikan oleh SIG dengan sumber data lain seperti basis data yang berada diluar tools SIG.
Jenis Data
  • Data Spasial : terdiri dari data vektor dan data raster. Pengertian :suatu data yang mengacu pada posisi, obyek, dan hubungan diantaranya dalam ruang bumi.
  • Data vektor : Informasi posisi point, garis dan polygon disimpan dalam bentuk x,y koordinat. Suatu lokasi point dideskripsikan melalui sepasang koordinat x,y. Bentuk garis , seperti jalan dan sungai dideskripsikan sebagai kumpulan dari koordinat-koordinat point. Bentuk poligon, seperti zona project disimpan sebagai pengulangan koordinat yang tertutup.
  • Data raster : Model data ini erdiri dari sekumpulan grid/sel seperti peta hasil scanning maupun gambar/image. Masing-masing grid/sel atau pixel memiliki nilai tertentu yang bergantung pada bagaimana image tersebut digambarkan. Sebagai contoh, pada sebuah image hasil penginderaan jarak jauh dari sebuah satelit, masing – masing pixel direpresentasikan sebagai panjang gelombang cahaya yang dipantulkan dari posisi permukaan bumi dan diterima oleh satellit dalam satuan luas tertentu yang disebut pixel.  Pada image hasil scanning, masing – masing pixel merepresentasikan keterangan nilai yang berasosiasi dengan point-point tertentu pada image hasil scanning tersebut
  • Manusia (SDM) : Teknologi SIG tidaklah menjadi bermanfaat tanpa manusia yang mengelola sistem dan membangun perencanaan yang dapat diaplikasikan sesuai kondisi dunia nyata. Sama seperti pada Sistem Informasi lain pemakai SIG pun memiliki tingkatan tertentu , dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan memelihara sistem sampai pada pengguna yang menggunakan SIG untuk menolong pekerjaan mereka sehari-hari
  • Metode : SIG yang baik memiliki keserasian antara rencana desain yang baik dan aturan dunia nyata, dimana metode, model dan implementasi akan berbeda-beda untuk setiap permasalahan. Metode analisis pada SIG pada prinsipnya mendasarkan pada dua hal : Data atribut (ex : jarak dan luas) dan data spasial.
Sub sistem SIG terdiri dari :
  • Data Input: Berfungsi mengumpulkan dan mempersiapkan data spalsialdan atribut  dari berbagai sumber sekaligus bertanggung jawab dalam mengkonversi atau mentranformasikan format format data aslinya kedalam format yang dapat digunakan oleh SIG
  • Data Storage Retrieval: Berfungsi untuk mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut kedalam sebuah basis data sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, diperbaharui dan di edit
  • Data Manipulation dan Analisis : Berfungsi untuk mementukan informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. selai itu juga melakukan manipulasi dengan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan 
  • Data Output/reporting :Berfungsi menapilkan keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dlaam betuk softkopi maupun hard kopi seperti table, grafik dan lain lain
Contoh Aplikasi SIG
  • Bidang Telekomunikasi :digunakan untuk manajemen inventarisasi jaringan telekomunikasi, perencanaanjaringan tahun berikutnya, seperti halnya penentuan letak sentral, RK, DP yang optimal dan seterusnya sampai ke pelanggan, dll.
  • Bidang Sumberdaya Alam :  mencakup inventarisasi, manajemen, dan kesesuaian lahan untuk pertanian,perkebunan, perikanan, kehutanan, perencanaan tata guna lahan, analisa daerah rawan bencana alam, dsb.
  • Bidang Lingkungan : mencakup perencanaan sungai, danau, laut, evaluasi pengendapan lumpur/sedimen,pemodelan pencemaran udara, limbah berbahaya dsb.
  • Bidang Ekonomi : Bisnis, marketing, mencakup penentuan lokasi bisnis yang prospektif untuk bank, pasar swalayan, mesin ATM dsb.
  • Bidang Trasportasi dan Perhubungan : mencakup inventarisasi jaringan transportasi, analisa kesesuain dan penentuan rute-rute alternatif transportasi, manajemen pemeliharaan dan perencanaan perluasan jalan,dsb.
  • Bidang Kesehatan : mencakup penyediaan data atribut dan spasial yang menggambarkan distribusi penderita suatu penyakit,pola penyebaran penyakit, distribusi unit kesehatan, dsb.
Perbandingan Peta dengan SIG

PETA
SIG
- Statis
- Statis dan dinamis
- Proses updating mahal
- Proses updating mudah
- Kompleks
- Fleksibel
- Diskrit (lembar per lembar)
- Kontinyu dan yg perlu saja
- Tidak Memungkinkan analisa dan
- Sangat mungkin untuk analisa dan
   modeling secara langsung
   modeling secara langsung
- Menurunkan (generate) data perlu
- Menurunkan (generate) data tidak
   interpretasi
   perlu interpretasi

Mengapa SIG Dibutuhkan???
Alasan SIG dibutuhkan adalah karena untuk data spatial penanganannya sangat sulit terutama karena peta dan data statistik cepat kadaluarsa sehingga tidak ada pelayanan penyediaan data dan informasi yang diberikan menjadi tidak akurat.
Berikut adalah dua keistimewaan analisa melalui SIG :
  • Analisa proximity: Analisa Proximity merupakan suatu analisa geografis yang berbasis pada jarak antar layer. Dalam analisis proximity SIG menggunakan proses yang disebut dengan buffering (membangun lapisan pendukung sekitar layer dalam jarak tertentu) untuk menentukan dekatnya hubungan antara sifat bagian yang ada. 
  • Analisis buffer mendasarkan pencarian lokasi pada data spasial dan atribut jarak. Metode buffer sering digunakan sbg alat analisis seperti : kasus pelebaran jalan, pembuatan jaringan pipa, pembebasan tanah,dll. Buffer memberikan hasil berupa informasi spasial daerah yg memenuhi kriteria serta luasan dan jarak daerah tsb.
  • Analisa overlay: Proses integrasi data dari lapisan-lapisan layer yang berbeda disebut dengan overlay. Secara analisa membutuhkan lebih dari satu layer yang akan ditumpang susun secara fisik agar bisa dianalisa secara visual.Sebagai contoh overlay atau spasial join yaitu integrasi antara data tanah, lereng dan vegetasi, atau kepemilikan lahan dengan nilai taksiran pajak bumi.
  • Analisa grafis: Memudahkan pembaca peta menganalisis sebuah fenomena.Grafik dapat ditampilkan secara bersama – sama dengan peta baik dalam bentuk grafik atau pun dimodifikasi menjadi sebuah peta tematik.
Dengan demikian, SIG diharapkan mampu memberikan kemudahan-kemudahan yang diinginkan yaitu:
  1. Penanganan data geospasial menjadi lebih baik dalam format baku.
  2. Revisi dan pemutakhiran data menjadi lebih muda.
  3. Data geospasial dan informasi menjadi lebih mudah dicari, dianalisa dan direpresentasikan.
  4. Menjadi produk yang mempunyai nila tambah.
  5. Kemampuan menukar data geospasial.
  6. Penghematan waktu dan biaya.
  7. Keputusan yang diambil menjadi lebih baik.
Sumber Informasi Geografi
  1. Gejala-gejala litosfer: Gejala-gejala ini meliputi relief dan topografi, jenis tanah dan batuan, serta sistem pelapisan batuan. Contoh informasi geografi yang berasal dari gejala litosfer lihat gambar di bawah ini.
  2. Gejala-gejala hidrosfer: Gejala-gejala ini meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kawasan perairan, baik perairan darat maupun perairan laut, yang menyangkut bentuknya, sifatnya serta fenomena lain tentang perairan.
  3. Gejala-gejala atmosfer: Gejala ini berkaitan dengan informasi tentang cuaca dan iklim, termasuk unsur-unsurnya dan faktor yang mempengaruhinya.
  4. Gejala-gejala biosfer: Gejala biosfer berkaitan dengan tumbuhan, hewan dan manusia, yang sangat dipengaruhi oleh unsur litosfer, hidrosfer dan atmosfer. Contoh informasi geografi yang berasal dari gejala biosfer adalah persebaran sumber daya alam hayati (hidup) Indonesia
  5. Gejala-gejala sosial budaya: Gejala ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat antara lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Contoh gejala sosial budaya yang merupakan sumber informasi geografi, yaitu persebaran obyek wisata kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Karakteristik SIG
  • Merupakan suatu sistem hasil pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak untuk tujuan pemetaan, sehingga fakta wilayah dapat disajikan dalam satu sistem berbasis komputer.
  • Melibatkan ahli geografi, informatika dan komputer, serta aplikasi terkait.
  • Masalah dalam pengembangan meliputi: cakupan, kualitas dan standar data, struktur, model dan visualisasi data, koordinasi kelembagaan dan etika, pendidikan, expert system dan decision support system serta penerapannya
  • Perbedaannya dengan Sistem Informasi lainnya: data dikaitkan dengan letak geografis, dan terdiri dari data tekstual maupun grafik
  • Bukan hanya sekedar merupakan pengubahan peta konvensional (tradisional) ke bentuk peta dijital untuk kemudian disajikan (dicetak / diperbanyak) kembali
  • Mampu mengumpulkan, menyimpan, mentransformasikan, menampilkan, memanipulasi, memadukan dan menganalisis data spasial dari fenomena geografis suatu wilayah.
  • Mampu menyimpan data dasar yang dibutuhkan untuk penyelesaian suatu masalah. Contoh : penyelesaian masalah perubahan iklim memerlukan informasi dasar seperti curah hujan, suhu, angin, kondisi awan. Data dasar biasanya dikumpulkan secara berkala dalam jangka yang cukup panjang.
Keuntungan SIG dengan menggunakan Komputer
Selain diperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat, keuntungan SIG dengan menggunakan komputer adalah:
  1. Mudah dalam mengolah.
  2. Pengumpulan data dan penyimpanannya hemat tempat dan ringkas (berupa disket).
  3. Mudah diulang kalau sewaktu-waktu diperlukan.
  4. Mudah diubah kalau sewaktu-waktu ada perubahan.
  5. Mudah dibawa, dikirim dan ditransformasikan(dipindahkan).
  6. Aman, karena dapat dikunci dengan kode atau manual.
  7. Relatif lebih murah dibandingkan dengan survey lapangan.
  8. Data yang sulit ditampilkan secara manual, dapat diperbesar bahkan dapat ditampilkan dengan gambar tiga dimensi.
  9. Berdasarkan data SIG dapat dilakukan pengambilan keputusan dengan tepat dan cepat.
5 Cara Mendapatkan Data SIG
  • Survei lapangan: Pengukuran fisik (land marks), pengambilan sampel (polusi air), pengumpulan data non-fisik (data sosial, politik, ekonomi dan budaya). 
  • Sensus: Dengan pendekatan kuesioner, wawancara dan pengamatan; pengumpulan data secara nasional dan periodik (sensus jumlah penduduk, sensus kepemilikan tanah).
  • Statistik: Merupakan metode pengumpulan data periodik/per-interval-waktu pada stasiun pengamatan dan analisis data geografi tersebut, contoh: data curah hujan.
  • Tracking: Merupakan cara pengumpulan data dalam periode tertentu untuk tujuan pemantauan atau pengamatan perubahan, contoh: kebakaran hutan, gunung meletus, debit air sungai.
  • Penginderaan jarak jauh (inderaja): Merupakan ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi suatu obyek, wilayah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dari sensor pengamat tanpa harus kontak langsung dengan obyek, wilayah atau fenomena yang diamati (lillesand & kiefer, 1994).
Aronoff (1993) mengklasifikasikan kemampuan fungsi analisa SIG ini kedalam 3 kategori utama dengan masing masing kategori memiliki peranan dan fungsi analisa yang berbeda beda. Ketiga kategori ini yaitu
  • Perawatan dan Analisis Data Spasial : fugsi ini digunakan untuk transformasi data spasial, mengedit dan menilai keakurasian data. Tranformasi ini diperlukan lapisan data yang berbeda untuk area yang sama terintegrasi pada peta yang lain atau pada suatu system koordinat geografi yang terseleksi. Bagian bagian yang penting dari fungsi ini adalah transformasi format, transformasi geometri, transformasi diantara proyeksi peta, konflasi, penyesuaian unsure, fungsi editing
  • Perawatan dan analisis data  atribut
  • Analisis terpadu data spasial dan atribut
Pengindraan jarak jauh adalah suatu ilmu untuk memoperoleh, mengolah, dan menginterpretasikan informasi dari suatu keadaan wilayah tertentun dengan mnggukan alat perekam fisik, tanpa kontak terhadap pengamatan dan dari jarak yang jauh

Dasar Pertimbangan Produksi Citra Satelit
  • hasil pengolahan data citra pengindraan jauh dapat dimanfaatkan untuk pemenuha informasi dan pemetaan sumberdaya alam
  • keberadaan berbagai citra satelit yang multi resolusi serta ditunjang oleh kemampuan perangkat keras dan lunak untuk kebutuhan pemetaan
  • penggunaan teknik pengindraan jauh dinilai relati murah dibandingkan teknik pembuatan peta yang menggunakan survey trristis dan survey udara/fotogrametis
  • data citra satelit dimungkinkan untuk memutakhirkan peta rupa bumi dan lainnya
  • kebradaan stasiun bumi satelit sumber alam yang menjadi sumber produksi para citra satelit
  • degan adanya durasi lintasan satelit dari yang sama kurang dari satu bulan, maka produksi peta citra dapat diselesaikan dalam waktu relati singkat
Konsep Produksi Peta Citra Satelit
Pada garis besarnya terdiri dari 3 bagian yaitu:

1. Pengumpulan Data
  • Data citra satelit
  • Data GPS/kontrol tanah
  • Data Georefrensi lainnya

2. Proses Analisis

  • Konversi Data Digital
  • Koreksi Radiometrik
  • Koreksi Geometrik
  • Edge Detection
  • Klasifikasi Objek
  • Space Triangulation
  • DEM Generation
  • Ortho image
  • mosaicing


3. Pembentukan Produk
  • Basis Data SIG
  • Proses SIG
  • Kartografi
  • Toponimi
  • Pemeriksaan Lapangan
  • Statistic
  • Percetakan Peta


0 comments :

Posting Komentar