Senin, 07 Oktober 2013

BlackBerry 'Jual Diri' ke Perusahaan Besar. Apakah Masih Ada yang Mau?!?

blackberry

BlackBerry memang telah menandatangani letter of intent (perjanjian tentatif) untuk diakuisisi oleh pemegang saham terbesar BlackBerry, Fairfax Financial Holdings. Namun, perjanjian ini tidak serta-merta membuat perusahaan asal Kanada ini berhenti mencari pembeli potensial lainnya.

Menurut laporan dari Reuters, Sabtu (5/10/2013), BlackBerry saat ini dikabarkan sedang mencari alternatif pembeli lain, selain Fairfax Financial. BlackBerry dikatakan telah meminta beberapa perusahaan besar untuk memasukkan preliminary expression of interest atau penawaran informal terkait pembelian perusahaan BlackBerry.

Seorang sumber kepada Reuters mengungkapkan, BlackBerry sedang berbicara kepada perusahaan raksasa seperti Cisco Systems, Google, dan SAP untuk memasukkan penawarannya pada awal minggu depan.

Perusahaan yang berpusat di Waterloo, Ontario, Kanada, ini juga dikabarkan meminta Intel, dan dua perusahaan asal Korea Selatan, yaitu LG dan Samsung.

Hingga saat ini, masih belum jelas perusahaan mana yang tertarik untuk memasukkan penawarannya. Namun, para pembeli potensial ini dikatakan tertarik dengan hak paten dan layanan server milik BlackBerry.

Masih belum ada konfirmasi dari semua pembeli potensial tersebut terkait kabar ini.

Awal minggu lalu, BlackBerry setuju untuk diakuisisi oleh Fairfax Financial Holdings. Nilai yang ditawarkan oleh konsorsium tersebut cukup besar, yaitu 4,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 54 triliun. Para pemegang saham BlackBerry ditawarkan 9 dollar AS secara tunai untuk setiap lembar saham yang mereka miliki.

Meski demikian, BlackBerry masih punya waktu hingga 4 November 2013 untuk berpikir dan bernegosiasi dengan pihak lain yang mengajukan tawaran berbeda.

Fairfax, yang memiliki sekitar 10 persen saham BlackBerry, merupakan perusahaan finansial asal Kanada yang bergerak di bidang asuransi, properti, investasi, dan sebagainya. Perusahaan ini didirikan dan dipimpin oleh Prem Watsa. 
Sumber: Reuters

0 comments :

Posting Komentar