Rabu, 13 September 2017

Bitcoin Uang Tanpa Kewarganegaraan

Yoo kembali lagi dengan saya Sigit  tukang bersih bersih di blog ini ๐Ÿ‘€๐Ÿ˜๐Ÿ˜Ž dah lama nih kaga bikin postingan hahaha.. Okeey, kali ini gue akan bahas terkait Bitcoin. why? Yaa karena bitcoin awal-awal tahun ini lagi booming banget di Indonesia karena harganya yang melesat dengan pesat.. 

Baru-baru ini CEO dari Bitcoin Indonesia menghadiri acara di Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Selasa, 12 September 2017. Siapa sih yang ga tau CEO Bitcoin Indonesia, CEO Bitcoin Indonesia yaitu Oscar Darmawan. Doi dikenal sebagai seorang pengembang bitcoin selama 4 tahun terakhir. Doi udah bicara  tentang bitcoin dimana-mana, kaya di TV, media online dan cetak. Sebelum mendirikan Bitcoin Indonesia pada tahun 2013 dan menjadi CEO, doi merupakan peraih galar sarjana bidang teknologi dan sistem informasi dari Monash University. Doi juga pernah jadi managing director di PT. Bumi Intermedia selama 7 tahun.

Awal-awal tahun 2013 bitcoin susah berkembang di Indonesia, karena belum adanya tempat/ wadah untuk melakukan trading/jualan bitcoin, sehingga didirikanlah Bitcoin Indonesia, agar para trader indonesia memiiliki tempat/ wadah untuk bertransaksi Bitcoin. Bitcoin Indonesia merupakan marketplace untuk 450.000 anggota terdaftar sampai saat ini dan masih terus bertambah. Doi dan timnya dari awal sampai sekarang berencana membangun ekosistem Bitcoin di Indonesia. contohnya Bitisland di Bali, doi berharap dapat mengubah Bali menjadi pulau Bitcoin.

Di Bali, memang sudah ada prototype anjungan tunai mandiri (ATM) untuk Bitcoin dan resto yang pembayarannya menggunakan Bitcoin. "Banyak yang sudah percaya. Karena tidak ada data pribadi yang diekspos saat transaksi" kata Oscar kepada Heru Triyono, Wisnu  Agung, Fajar WH, Sorta Tobing saat wawancara di Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Selasa siang.

Bitcoin adalah mata uang virtual  yang memungkinkan transaksi langsung  antar pengguna.Jadi, tidak perlu lagi jasa bank  sebagai perantara, sebab semua transaksi dikirim lansung dari jaringan komputer pribadi ke jaringan komputer pengguna lainnya.

Sejak muncul tahun 2009, Bitcoin terus berkembang dan baru tahun 2013 masuk ke Indonesia. Bitcoin setidaknya 200.000 pengguna di Indonesia tahun 2016 dan di prediksi bakal mencapai 500.000 pengguna  pada tahun 2018. Semakin populernya bitcoin nilai tukar 1 Bitcoin per tanggal 1 September 2017 mencapai Rp 64.560.900. Naik beberapa kali lipat dari tahun tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakannya Bitcoin sudah dilegalkan di beberapa negara seperti Amerika, Rusia, Jepang dan China.

"Namun kondisi berbeda terjadi di Indonesia. Bitcoin tidak dapat dukungan dari aturan bank sentral. Jadi,klo hal buruk terjadi, pemerintah tidak bisa menjamin. mungkin pemerintah belum memahami, padahal tidak ada yang perlu ditakuti" kata Oscar.

Selama satu jam doi bicara  soal resiko sistem bitcoin dan apa yang membuatnya lebih baik dari pada uang tunai dan kenapa menjadi prasarana pembiayaan terorisme, pencucian uang dan kejahatan cyber dunia maya.

Berikut beberapa pertanyaan yang diberikan ke Oscar dan jawabannya.

Menurut anda, Apakah sudah saatnya Indonesia mengeluarkan peraturan baru untuk Bitcoin?
"Semua orang dalam mode wait and see, tapi seperti ada ketakutan terhadap bitcoin. Kita seperti kurang welcome terhadap teknologi. kemudian dari sisi regulator, mereka juga msih salah paham.Isunya bitcoin akan menggantikan rupiah, yang terkait dengan kedaulatan negara, padahal ini hanya terknologi" Kata Oscar
Mungkin perkembangan teknologinya lebih cepat dibandingkan dengan proses  pembuatan peraturannya?
"Padahal negara seperti Jepang udah resmi mengakui bitcoin sebagai alat pembayaran dan transaksi, bahkan Rusia yang tertutup sekalipun melakukan hal serupa" Ujarnya
Anda menilai aturan di Indonesia teralu kaku?
Mungkin karena belum paham secara keseluruhan, regulator jadi takut. Kalo paham, saya rasa nggak. Justru dengan adanya bitcoin, membuat transaksi lebih transaparan. Kan tinggal diatur siapa yang boleh beli, siapa yang boleh jual, kemudian bagaimana  aturan marketplace-nya. katanya
Tetapi Bank Indonesia (BI) tidak mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah?
Saya luruskan. Aturan BI hanya menganggap  bitcoin bukan alat pembayaran yang sah. Mereka tidak melarang peredaran bitcoin
Saya tunjukan  dari websitenya. yaitu Peraturan Bank Indonesia nomor 1840 komponen ke 10. "BI tidak melarang penggunaan virtual currency, tapi melarang PJSP yang telah memperoleh izin untuk memproses transaksi pembayaran"

Bitcoin bisa menggantikan alat pembayaran Rupiah di masa depan?

Saya rasa sudah jelas, BI menyatakan bahwa Bitcoin dapat digunakan, diperjualbelikan atau disimpan sebagai aset atau suatu bentuk komoditas digital, tapi tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran, karena satu-satunya alat pembayaran yang sah hanyalah Rupiah.
Apa yang membuat Bitcoin lebih baik daripada uang tunai?
Bitcoin itu hampir seperti emas yaitu sebagai alternatif. Pengiriman dapat melintasi perbatasan negara tidak hanya lebih murah, tapi juga lebih cepat, hanya dalam hitungan menit.
Kemudian, pengalihan uang melintasi perbatasan adalah hal kedua yang lebih baik daripada sistem saat ini. Tidak hanya lebih murah, karena tidak memiliki banyak tengkulak, tapi juga lebih cepat. Tidak perlu waktu lima hari, itu akan hilang dalam 10 menit.
Cara dunia bergerak saat ini adalah semuanya digital, dan perlu ada buku besar yang menghitung semua transaksi yang terjadi di seluruh dunia--dan itulah yang akan dilakukan oleh blockchain (sebuah buku besar digital publik yang mencatat semua transaksi mata uang digital).

Meski Anda bilang lebih baik, tapi di Indonesia, Bitcoin itu masih kurang diterima dan dipercaya...

Bisa jadi karena pesan regulator tadi tidak sampai. Yang dibaca masyarakat hanya dilarangnya saja. Padahal Bitcoin bisa disimpan sebagai aset atau suatu bentuk komoditas digital.
Di Indonesia memang jumlah transaksinya tidak banyak, hanya 1 persen dari jumlah keseluruhan di dunia. Di ASEAN, paling besar itu di Thailand dan Singapura. Mereka teknologinya bagus, transaksi cashless-nya juga bagus. Kita sedikit ketinggalan.

Masyarakat juga ragu karena kalau ada hal buruk terjadi, Pemerintah tidak akan tanggung--karena belum ada aturannya kan?

Betul juga, sampai kini yang mengatur ya undang-undang perdata. Ketika menangani persoalan e-commerce.

Apakah marak kasus hukum yang terkait Bitcoin?

Perusahaan kecil yang tiba-tiba tutup itu pasti ada ya. Namanya juga e-commerce. Muncul hari ini, besok bisa tutup. Makanya yang dilakukan Amerika, Jepang dan Eropa, sejenis e-commerce yang terkait Bitcoin dikasih izin Perbankan.
Luxemburg misalnya. Mereka juga telah melegalkan salah satu bursa Bitcoin raksasa bernama Bitstamp untuk beroperasi di Eropa. Mereka melihat bahwa lebih baik ini diatur. Jadi jelas. Bukan mengatur mata uangnya, tapi mengatur industri yang menjual dan membeli Bitcoinnya.

Apa upaya Anda agar pemerintah mengatur mata uang digital ini?

Kita terus menjaga hubungan baik dengan semua regulator. Kita selalu menjelaskan bahwa kita ini bukan penerbit Bitcoin. Tetapi masyarakat masih banyak salah paham. Kita ini dikira yang menerbitkan mata uang digital, seperti Bitcoin. User baru di Bitcoin Indonesia setiap harinya ada sekitar 200. Total mencapai 450.000 orang.
Semua transaksi di bitcoin, kata Oscar, tercatat. Semua orang di internet pun bisa melihat transaksi pengguna bitcoin melalui wallet (dompet) digital bitcoin. Setiap pengguna bitcoin memiliki wallet, dan bisa memiliki lebih dari 100 wallet.

Kalau tercatat dan transparan, kenapa Bitcoin rawan pencucian uang, bahkan untuk kepentingan ilegal, seperti judi, obat-obatan terlarang, dan terorisme...

Karena dalam bertransaksi, para pengguna itu belum tentu mencantumkan identitas aslinya. Nah, ini pentingnya regulasi. Kalau ada regulasi yang namanya PNS ya harus menyertakan bukti bahwa dia PNS. Sama seperti Bank itu lho.

Pengguna di Bitcoin Indonesia juga tidak memakai identitas asli?

Kami mengharuskan asli, termasuk meminta nomor telepon seluler. Kemudian kalau transaksi di atas Rp100.000.000, pengguna wajib mengisi formulir tambahan.
Namanya pencucian uang, pelaku kan biasanya menggunakan identitas orang lain, pakai identitas sopir misalnya...
Mungkin saja. Yang jelas kita memegang identitas asli pengguna.

Lalu apa jaminan sekuritas dari Bitcoin Indonesia?

Kita enggak pernah menjamin apapun. Kita hanya membantu orang untuk membeli dan menjual dengan transaksi yang aman. Setelah dibeli, Bitcoin akan dipegang masing-masing oleh pengguna, bukan kami lagi.
Kami hanya sebagai marketplace untuk pengguna yang mengelola aset digitalnya. Aset atau barangnya berupa saldo, yang bisa disimpan di berbagai dompet Bitcoin. Semua transaksi transparan.
Yang Anda maksud transparan itu semua pengguna tahu saldo kita berapa dan transaksi kemana saja?
Nama enggak ketahuan, tapi kalau sudah ketahuan nomor rekening Anda berapa, semua bisa lihat saldo dan transaksinya ke mana saja. Maka itu Bitcoin enggak cocok untuk money laundering

Kalau enggak cocok kenapa kejahatan dunia maya seperti serangan Ransomware Wannacry minta tebusan pakai Bitcoin?

Lho, kita bisa lihat saldonya Wannacry, lewat alamat virusnya (Oscar menunjukkan di layar laptop). Karena, begitu identitas pelaku terbongkar, blockchain dapat membantu menemukan semua transaksi yang pernah dilakukan oleh pelaku. Kehebatan Bitcoin yang seperti inilah yang tidak dimiliki oleh Euro ataupun Dollar AS.
Sekarang tantangannya adalah ke mana Wannacry menjual Bitcoinnya. Yang jadi tugas Interpol adalah melacak kemana mereka mencairkan Bitcoinnya.
Next
This is the most recent post.
Posting Lama

0 comments :

Posting Komentar